Kasus Koperasi Batu , Seret Tersangka Baru

Setelah sekian lama berproses, kasus dugaan korupsi dana magang Kantor Koperasi (Kankop) Kota Batu akhirnya menyeret tersangka baru. Tersangka dugaan korupsi dana magang Rp 119 juta yang baru ini adalah mantan pemegang kas kegiatan, Hadi Suntoro. Dia ditetapkan sebagai tersangka sekitar akhir Maret lalu setelah Kepala Kankop (Kakankop), Dra Mimin Sulasmini, disidang di PN Malang.  Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu ini diambil setelah bukti-bukti hukum dugaan penyelewengan dana dinilai cukup.

Kasi Pidsus Kejari Batu, Dody Sukmono, mengatakan surat pertanggungjawaban (SPj) kegiatan magang yang ditandatangani Mimin dan Hadi Suntoro terbukti fiktif. “Hadi Suntoro ditetapkan tersangka sejak Mimin menjalani persidangan. Selanjutnya, kami tinggal membuat surat panggilan untuk memeriksa Hadi,” katanya kepada Surya, Jumat (6/4).

Selain bukti-bukti seperti SPj, Kejari menetapkan Hadi sebagai tersangka baru berdasarkan beberapa keterangan Mimin saat persidangan di PN Malang. “Ini akan terus kami proses. Tidak menutup kemungkinan, akan muncul tersangka baru lainnya,” jelasnya.

Kasus dugaan korupsi dana magang Kantor Koperasi Batu ini mencuat sekitar akhir 2005. Kasus ini pertama kali terungkap setelah Kejari memeriksa puluhan koperasi yang dicantumkan oleh Kankop Batu dalam SPj-nya sebagai peserta magang. Dari pengakuan saksi, terbukti bahwa kegiatan magang itu hanya dilakukan di beberapa daerah. Jumalahnya tidak sebanyak dengan yang tercantum dalam SPj. Dari sana dana yang diduga diselewengkan mencapai Rp 119 juta. st25

CARA PENYELESAIANNYA:

Kasus korupsi dana magang kantor koperasi di kota Batu ini merupakan kasus yang tidak mengeherankan lagi karena di Negara kita banyak sekali para anggota yang melakukan koruptor.

Seharusnya para aparat yang berwenang sebelum Mimin Sulasmini di sidang, seharusnya Minim terlebih dahulu ditanyakan dulu siapa sajakah yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut, sehingga supaya kasus ini tidak berjalan secara lambat dan tidak membahas secara berteleh-teleh. Karena orang yang mendengar dan melihatnya sebagai masyarakat akan bosan dan masyarakat termasuk saya juga dapat menilai kinerja para aparat yang berwajib mengerjakan tugasnya secara lambat.

Seharusnya pemerintah sendiri mengubah Undang-Undang untuk para koruptor. Dengan cara mempertegas hukum, jangan mengukur hukum dengan uang dan juga uang yang sudah diambil para koruptor seharusnya menggandakan dua kali lipat uang sudah ambil tersebut. Karena uang tersebut untuk rakyat bukan untuk pentingan pribadi para koruptor.

Dan dalam kasus ini diharapkan pemerintah dapat menalangin terlebih dahulu karena kasihan untuk para calon yang mau magang ke koperasi di kota Batu tersebut supaya para anggota magang dapat melakukan tugasnya di dalam koperasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: