DEFINISI, TUJUAN, DAN ASPEK LAIN DARI HUKUM EKONOMI

Nama : Christiana

NPM : 20209403

Kelas : 2eb13

 

 

 

Pengertian Hukum

Ada beberapa pendapat para pakar mengenai pengertian hukum

1. Mayers menjelaskan bahwa hukum itu adalah semua aturan yang menyangkut kesusilaan           dan ditujukan terhadap tingkah laku manusia dalam masyarakat serta sebagai pedoman     bagi penguasa Negara dalam melaksanakan tugasnya.

2. Utrecht berpendapat bahwa hukum adalah himpunan perintah dan larangan untuk                      mencapai ketertiban dalam masyarakat dan oleh karenanya masyarakat harus              mematuhinya.

3. Simorangkir mengatakan bahwa hukum adalah peraturan yang bersifat memaksa dan                 sebagai pedoman tingkah laku manusia dalam masyarakat yang dibuat oleh lembaga   berwenang serta bagi sapa saja yang melanggarnya akan mendapat hukuman.
4. Sudikno Mertokusuro menyatakan bahwa hukum adalah sekumpulan peraturan-peraturan           atau kaidah-kaidah dalam suatu kehidupan bersama, keseluruhan peraturan tentang       tingkah laku yang berlaku dalam kehidupan bersama yang dapat dipaksakan         pelaksanaannya dengan suatu sanksi.

5. Achmad Ali menyatakan hukum adalah seperangkat norma tentang apa yang benar dan apa       yang salah, yang dibuat dan diakui eksistensinya oleh pemerintah yang dituangkan    baik dalam aturan tertulis (peraturan) maupun yang tidak tertulis yang mengikat dan            sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya secara keseluruhan dan dengan ancaman         sanksi bagi pelanggar aturan tersebut.

 

Unsur-Unsur Hukum

Dari beberapa perumusan tentang hukum yang diberikan para sarjana hukum indonesia dapat disimpulkan, yaitu :

a. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat.

b. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib.

c. Peraturan itu bersifat memaksa.

d. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tesebut adalah tegas.

 

Tujuan Hukum

Ada tiga aliran yang mengtengahkan tujuan hukum, yaitu Aliran Etis, Aliran Utilitis, Aliran Normatif-Dogmatis.

Aliran Etis

– Dikemukankan antara lain oleh Aristoteles.

– Hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan.

– Keadilan Distribuif, yaitu Keadilan yang memberikan pada setiap orang berdasarkan pada           jasa nya.

– Keadilan Komutatif, yaitu keadilan yang memberikan pada setiap orang berdasarakan pada         kesamaan.

 

Aliran Utilistis

– Dikemukankan antara lain oleh Jeremy Bentham.

– Hukum bertujuan untuk menciptakan manfaat dan kebahagian bagi warga masyarakat.

 

Aliran Normatif-Dogmatis

– Dikemukankan antara lain oleh Van Kan.

– Hukum bertujuan untuk menciptakan kepastian hukum, yaitu menjaga setiap kepentingan            manusia agar tidak terganggu dan terjamin kepastiannya.

Hukum Sebagai Sistem

Biasanya orang hanya melihat dan bahkan terlalu sering mengidentikan hukum dengan peraturan hukum atau/bahkan lebih sempit lagi, hanya dengan undang-undang saja. Padahal, peraturan hukum hanya merupakan salah satu unsur saja dari keseluruhan sistem hukum, yang terdiri dari 7 (tujuh) unsur sebagai berikut :

a. Asas-asas hukum (filsafah hukum)

b. Peraturan atau norma hukum, yang terdiri dari :

1. Undang-undang

2. Peraturan-peraturan pelaksanaan undang-undang

3. Yurisprudensi tetap (case law)

4. Hukum kebiasaan

5. Konvensi-konvensi internasional

6. Asas-asas hukum internasional

c. Sumber daya manusia yang profesional, bertanggung jawab dan sadar hukum

d. Pranata-pranata hukum

e. Lembaga-lembaga hukum termasuk :

1. Struktur organisasinya

2. Kewenangannya

3. Proses dan prosedur

4. Mekanisme kerja

f. Sarana dan prasarana hukum, seperti ;

1. Furnitur dan lain-lain alat perkantoran, termasuk komputer dan sistem manajemen               perkantoran

2. Senjata dan lain-lain peralatan (terutama untuk polisi)

3. Kendaraan

4. Gaji

5. Kesejahteraan pegawai/karyawan

6. Anggaran pembangunan, dan lain-lain

g. Budaya hukum, yang tercermin oleh perilaku para pejabat (eksekutif, legislatif maupun yudikatif), tetapi juga perilaku masyarakat (termasuk pers), yang di Indonesia cenderung menghakimi sendiri sebelum benar-benar dibuktikan seorang tersangka atau tergugat   benar-benar bersalah melakukan suatu kejahatan atau perbuatan tercela.

 

Aspek Hukum

Aspek hukum, yaitu menyangkut semua legalitas rencana bisnis yang akan kita laksanakan yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku diantaranya :

  • Izin lokasi
  • Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
  • NPWP (nomor pokok wajib pajak)
  • Surat tanda daftar perusahaan
  • Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
  • Surat tanda rekanan dari pemda setempat
  • SIUP setempat

Refensi

http://id.shvoong.com/social-sciences/1997188-pengertian-hukum/

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/aspek_hukum_dalam_bisnis/bab1-pengertian_dan_tujuan_hukum.pdf

http://revolsirait.com/studi-kelayakan-bisnis

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: