Ear Candle


            Ear candle sudah semakin menjamur di berbagai tempat perawatan kecantikan dan badan, therapy, spa dan lain-lain beberapa tahun terakhir ini di Jakarta. Ear candle merupakan salah satu metode terapi. Di beberapa negara bahkan ear candle dijual dalam bentuk produk tertentu yang bisa dibeli secara online untuk dipergunakan secara perorangan. Kini ear candle sudah menjadi bisnis baru yang cukup berkembang.

 

Ear Candle Dari Sisi Industri

FDA menyatakan bahwa Ear candle dapat membantu fungsi-fungsi pendengaran bekerja dengan baik, sakit kepala karena sinus, alergi-alergi, gangguan pendengaran, dan gangguan kesehatan yang lainnya. Manfaat dari penggunaan Ear candle juga disampaikan oleh pendiri Akademi Pelayanan Kesehatan di New jersey. Testimonial dari klien-klien nya menyampaikan bahwa setelah menggunakan ear candle, mereka pendengarannya menjadi semakin membaik, tidak adanya lagi tekanan-tekanan yang muncul sebelumnya, dan mereka merasa semakin membaik. Pihak produsen

Namun ternyata hal ini menimbulkan suatu kontradiktif. Para peneliti di Canada menyampaikan bahwa isu yang beredar tentang ear candle yang merupakan solusi atas masalah pendengaran / kesehatan tidaklah terbukti. Dan pernyataan tersebut sangatlah diabaikan di dalam dunia ilmu  pengetahuan. Para peneliti yang merupakan para dokter itu menyampaikan bahwa metode ear candling tersebut merupakan praktek-praktek cara kuno yang memindahkan bahan lilin di telinga.

 

Resiko Ear Candle

 

Kita lihat adanya kasus dengan metode ear candle ini. Seorang wanitaberusia 33 tahun  mengalami sakit kronis selama beberapa hari setelah ear candle dibakar pada alat pendengarannya. Ini merupakan kasus yang ketiga, kata Richard Carmen, AuD, seorang ahli audiologi dari Sedona, Arizona, Amerika Serikat.Kerusakan terbut bahkan dapat menjadi kerusakan permanen atau hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Para konsumen diminta segera memproses secara hukum  bila merasa sakit setelah   menggunakan produk ear candle ini. Konsumen berpersepsi bahwa adanya cairan setelah proses pembakaran  ear candle di dalam telinga, keluar cairan dari sari madu  sebagai lapisannya, namun hal tersebut diklarifikasi oleh Richard bahwa cairan tersebut sebenarnya merupakan lelehan dari ear candle itu sendiri. Ditemukan pula sebuah kasus oleh Richard Harris, PhD., pada seorang wanita berusia 55 tahun. Profesor dari Brigham Young University ini mengirimkan informasi ini dengan memposting ke internet lengkap dengan videonya, dimana dalam membran pendengarannya ditemukan adanya bahan lilin setelah dia menggunakan ear candle. Banyak produk kecantikan dan kesehatan yang menawarkan solusi menarik terhadap kita, semoga hal ini dapat menjadikan bahan  pertimbangan mengenai pemakaian Ear Candle.

 

Menurut saya :

Sebelum kita menggunakan suatu alat untuk kesehatan yang amat sangat penting lebih baik kita konsultasi kedokter terlebih dahulu, supaya tidak kejadian yang menimpa kita.

Para produsen yang telah memproduksi dan mengedarkannya sebaiknya dihentikan dulu, sebaiknya produknya di periksa terlebih dahulu dan di uji baik buruknya sebelum ear candle tersebut beredar kembali.

 

Sumber : http://www.beautydaylily.com/a/ear-candle/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: